Daftar Istilah

Kami mendukung penggunaan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Oleh karena itu, sedapat mungkin kami akan mengalihbahasakan istilah-istilah baku atau jargon pada profesi audit internal ke dalam Bahasa Indonesia. Berikut ini daftar istilah baku yang kami gunakan di dalam situs ini:

Aktivitas Audit Internal
Sebuah departemen, divisi, tim konsultan, atau praktisi lain yang menyediakan layanan pemastian dan konsultasi yang independen dan objektif, yang dirancang untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi. Aktivitas audit internal membantu organisasi mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematik dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas proses tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian.

Dewan (Board)
Dewan adalah badan pengatur suatu organisasi, seperti dewan direksi, dewan komisaris, dewan pengawas, kepala badan, dewan perwalian dari sebuah organisasi nirlaba, atau badan lainnya yang ditunjuk organisasi, termasuk komite audit yang secara fungsional menjadi pihak yang dilapori oleh Kepala Eksekutif Audit.

Gangguan (Impairment)
Gangguan terhadap independensi organisasi dan objektivitas individu dapat meliputi konflik kepentingan pribadi, pembatasan lingkup, pembatasan akses terhadap catatan, personel, dan properti, serta pembatasan sumber daya (dana).

Harus (Must)
Standar menggunakan kata “harus” untuk menentukan persyaratan tanpa kondisional.

Independensi
Kebebasan dari kondisi yang mengancam objektivitas atau tampilan objektivitas. Ancaman terhadap objektivitas tersebut harus dikelola pada masing-masing tingkatan individu auditor, penugasan, fungsional, dan tingkat organisasi.

Kecurangan (Fraud)
Tindakan ilegal yang dicirikan dengan penipuan, penyembunyian, atau pelanggaran kepercayaan. Tindakan ini tidak tergantung pada ancaman kekerasan atau kekuatan fisik. Kecurangan dilakukan oleh pihak-pihak dan organisasi untuk mendapatkan uang, properti, atau layanan; untuk menghindari pembayaran atau kerugian; atau untuk mengamankan keunggulan pribadi atau bisnis.

Kepala Eksekutif Audit (Chief Audit Executive )
Kepala Eksekutif Audit adalah posisi senior di dalam organisasi yang bertanggung jawab atas aktivitas audit internal. Biasanya, posisi ini adalah direktur audit internal. Dalam kasus di mana aktivitas audit internal diperoleh dari penyedia layanan eksternal organisasi, Kepala Eksekutif Audit adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi layanan kontrak dan memastikan kualitas keseluruhan kegiatan, melapor kepada manajemen senior dan Dewan tentang aktivitas audit internal, dan tindak lanjut atas penugasan. Istilah ini juga meliputi jabatan seperti auditor jenderal, kepala audit internal, inspektur jenderal, dan semacamnya.

Kepatuhan
Kepatuhan terhadap kebijakan, perencanaan, prosedur, hukum, peraturan, kontrak, atau ketentuan lainnya.

Kerangka kerja Praktik Profesional Internasional
Kerangka kerja konseptual yang mengatur pedoman resmi yang dikeluarkan oleh The IIA. Pedoman resmi terdiri dari dua kategori – (1) wajib dan (2) sangat disarankan.

Kode Etik
Kode Etik dari The Institute of Internal Auditors (IIA) adalah prinsip-prinsip yang relevan dengan profesi dan praktik audit internal, dan aturan perilaku yang menjelaskan perilaku yang diharapkan dari auditor internal. Kode Etik berlaku bagi kedua belah pihak dan entitas yang menyediakan layanan audit internal. Tujuan Kode Etik adalah untuk mempromosikan budaya etis dalam profesi global audit internal.

Konflik Kepentingan
Setiap hubungan yang, atau dikesankan, tidak dalam kepentingan terbaik organisasi. Suatu konflik kepentingan akan menimbulkan keraguan seseorang akan mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya secara objektif.

Layanan Konsultasi
Layanan pemberian advis dan kegiatan pelayanan klien lainnya, dimana sifat dan cakupan layanan disepakati dengan klien, dimaksudkan untuk menambah nilai dan meningkatkan proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian organisasi tanpa auditor internal menerima pengalihan tanggung jawab manajemen. Contohnya termasuk nasihat, saran, fasilitasi, dan pelatihan.

Layanan Pemastian (Assurance)
Eksaminasi objektif terhadap bukti dengan tujuan memberikan penilaian independen terhadap proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian suatu organisasi. Misalnya penugasan eksaminasi atas aspek keuangan, kinerja, kepatuhan, keamanan sistem, dan due diligence.

Lingkungan Pengendalian
Sikap dan tindakan dari Dewan dan manajemen tentang pentingnya pengendalian dalam organisasi. Lingkungan pengendalian memberikan disiplin dan struktur untuk pencapaian tujuan utama dari sistem pengendalian internal. Lingkungan pengendalian mencakup unsur-unsur berikut:

  • Integritas dan nilai-nilai etis.
  • Filosofi manajemen dan gaya operasi.
  • Struktur organisasi.
  • Pemberian wewenang dan tanggung jawab.
  • Kebijakan dan praktik sumber daya manusia. 
  • Kompetensi personel. 

Manajemen Risiko

Sebuah proses untuk mengidentifikasi, menilai, mengelola, dan mengendalikan kemungkinan peristiwa-peristiwa atau situasi untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan organisasi.

Nilai Tambah
Nilai ini diciptakan dari perbaikan peluang untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi, mengidentifikasi perbaikan operasional, dan / atau mengurangi eksposur risiko melalui layanan pemastian ataupun konsultasi.

Objektivitas
Suatu sikap mental yang tidak bias,  yang memungkinkan auditor internal untuk melakukan penugasan dengan sedemikian rupa sehingga mereka mempunyai keyakinan yang jujur dalam hasil pekerjaan mereka, dan bahwa tidak ada kompromi kualitas secara signifikan. Objektivitas mensyaratkan auditor internal tidak menundukkan penilaian mereka dalam masalah-masalah audit terhadap orang lain.
aktivitas pengendalian dalam merespon risiko.

Pengendalian
Setiap tindakan yang diambil oleh manajemen, Dewan, dan pihak lain untuk mengelola risiko dan meningkatkan kemungkinan bahwa tujuan dan sasaran yang ditetapkan akan tercapai. Manajemen merencanakan, mengorganisasikan, dan mengarahkan pelaksanaan setiap tindakan tersebut hingga memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan dan sasaran akan tercapai.

Pengendalian Teknologi Informasi
Pengendalian yang mendukung manajemen dan tata kelola bisnis serta memberikan pengendalian umum dan teknis atas infrastruktur teknologi informasi seperti aplikasi, informasi, infrastruktur, dan orang-orang.

Pengendalian yang Cukup
Ada bila manajemen telah merencanakan dan mengorganisasikan (mendesain) dalam cara yang memberikan keyakinan yang memadai bahwa risiko organisasi telah dikelola secara efektif dan bahwa tujuan dan sasaran organisasi akan dicapai secara efisien dan ekonomis.

Penugasan
Sebuah pekerjaan, tugas, atau review khas audit internal, seperti audit, swa-penilaian pengendalian (control self-assessment), pemeriksaan kecurangan, atau konsultasi. Penugasan dapat mencakup banyak tugas/ kegiatan yang dirancang untuk mencapai seperangkat tujuan tertentu.

Penyedia Layanan Eksternal
Orang atau perusahaan di luar organisasi yang memiliki pengetahuan,  keterampilan, dan pengalaman khusus dalam disiplin tertentu.

Piagam (Charter)
Piagam audit internal adalah dokumen formal yang mendefinisikan kegiatan, tujuan, wewenang, dan tanggung jawab aktivitas audit internal. Piagam audit internal menetapkan posisi aktivitas audit internal dalam organisasi; kewenangan akses terhadap catatan, personel, dan properti fisik yang relevan dengan penugasan, dan mendefinisikan cakupan aktivitas audit internal.

Program Kerja Penugasan
Sebuah dokumen yang berisi daftar prosedur yang harus diikuti selama penugasan, yang dirancang untuk mencapai rencana penugasan.

Proses Pengendalian
Kebijakan, prosedur, dan kegiatan yang merupakan bagian dari kerangka pengendalian, yang dirancang untuk memastikan bahwa risiko masih berada di dalam toleransi-risiko yang ditetapkan dalam proses manajemen risiko.

Risiko
Kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang akan berdampak pada pencapaian tujuan. Risiko diukur dalam hal dampak dan kemungkinan.

Risiko Residual
Risiko yang tersisa setelah manajemen mengambil tindakan untuk mengurangi dampak dan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa merugikan, termasuk Seharusnya (Should)
Standar menggunakan kata “harus” (must) di mana kesesuaian diharapkan kecuali, ketika menerapkan penilaian profesional, keadaan dapat membenarkan penyimpangan.

Selera Risiko
Tingkat risiko sebuah organisasi bersedia menerimanya.

Signifikansi
Kepentingan relatif dari suatu masalah dalam konteks yang sedang dipertimbangkan, termasuk faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif, seperti besar, sifat, dampak, relevansi, dan dampaknya. Penilaian profesional auditor internal membantu dalam mengevaluasi pentingnya hal-hal dalam konteks tujuan yang relevan.

Standar
Sebuah pernyataan profesional yang dikeluarkan oleh Badan Standar Audit Internal yang menyatakan persyaratan untuk melakukan berbagai kegiatan audit internal, dan untuk mengevaluasi kinerja audit internal.

Tata Kelola (Governance)
Kombinasi proses dan struktur yang diimplementasikan oleh Dewan untuk menginformasikan, mengarahkan, mengelola, dan memantau kegiatan-kegiatan organisasi menuju pencapaian tujuan-tujuannya.

Tata Kelola Teknologi Informasi
Terdiri dari kepemimpinan, struktur organisasi, dan proses yang memastikan bahwa teknologi informasi perusahaan memperkuat dan mendukung strategi dan tujuan organisasi.

Teknik Audit Berbasis Teknologi
Setiap otomasi alat audit, seperti perangkat lunak audit umum, penghasil data pengujian, program audit terkomputerisasi, utilitas audit khusus, dan teknik audit berbantuan komputer (TABK).

Tujuan Penugasan
Pernyataan luas yang dikembangkan oleh auditor internal yang mendefinisikan hasil penugasan yang diharapkan.

3 responses to “Daftar Istilah

  1. Ping-balik: IIA Terbitkan Practice Guide Mengaudit Lingkungan Pengendalian | Auditorinternal.com

  2. Mau nanya nih..kalau dalam internal control itu salah satunya ada risk assessment..
    Kalau risk based audit sama dengan risk assessment ngga ya?
    Apakah risk based audit merupakan komponen terpisah dari pengendalian internal?
    Kalau terpisah, yang membedakan dengan risk assessment apa ya?
    Thanks

  3. Mau tanya..kalau risk based audit dan risk assessment itu sama tidak ya?
    Apakah risk based audit termasuk dalam pengendalian internal seperti risk assessment?
    Kalo tidak termasuk apa yang membedakan dengan risk assessment dalam pengendalian internal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s