Perencanaan Penugasan

Di dalam Standar butir 2200 – Perencanaan Penugasan disebutkan bahwa Auditor internal harus mengembangkan dan mendokumentasikan rencana untuk setiap penugasan, meliputi tujuan, ruang lingkup, waktu, dan alokasi sumber daya penugasan.

Selanjutnya IIA, memberikan panduan perencanaan penugasan tersebut lebih lanjut sebagai berikut:

1. Auditor internal merencanakan dan melaksanakan penugasan berdasarkan review supervisi dan persetujuan dari CAE atau personil yang ditunjuk. Sebelum dimulainya suatu penugasan, auditor internal menyiapkan Program penugasan yang:

  • Menyatakan tujuan penugasan.
  • Mengidentifikasi persyaratan teknis, tujuan, risiko, proses, dan transaksi yang akan diuji atau diperiksa.
  • Menyatakan sifat dan luasnya pengujian yang diperlukan.
  • Mendokumentasikan prosedur auditor internal untuk mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan, dan mendokumentasikan informasi selama penugasan.
  • Dimodifikasi sepanjang penugasan, bila perlu, dengan persetujuan CAE atau personil yang ditunjuk.

2. CAE harus menetapkan tingkat formalitas dan dokumentasi sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan. Misalnya formalitas dan dokumentasi dari hasil rapat-rapat perencanaan, prosedur penilaian risiko, tingkat kerincian program kerja, dll. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini, antara lain:

  • Apakah pekerjaan yang dilakukan dan/atau hasil penugasan akan diandalkan oleh pihak lain (misalnya: auditor eksternal, pemerintah/regulator, atau manajemen).
  • Apakah pekerjaan berhubungan dengan hal-hal yang terkait, atau berpotensi terkait dengan proses litigasi, baik yang sedang berjalan ataupun yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  • Tingkat pengalaman staf audit internal yang ditugaskan dan tingkat supervisi langsung yang diperlukan.
  • Apakah penugasan dilakukan oleh staf internal, auditor tamu, atau oleh penyedia layanan eksternal.
  • Kompleksitas dan ruang lingkup penugasan.
  • Ukuran dari Aktivitas Audit Internal.
  • Nilai dokumentasi (misalnya, apakah dokumentasi tersebut masih akan digunakan dalam tahun-tahun berikutnya).

3. Auditor internal menentukan hal-hal lain terkait perencanaan penugasan, seperti periode yang dicakup, perkiraan tanggal penyelesaian, dsb. Auditor internal juga mempertimbangkan format final komunikasi atau laporan penugasan. Perencanaan ini akan membantu proses komunikasi atau pelaporan pada saat penyelesaian penugasan yang bersangkutan.

4. Auditor internal menginformasikan kepada manajemen dan personel lain yang perlu mengetahui adanya penugasan tersebut, melakukan pertemuan dengan manajemen yang bertanggung jawab atas aktivitas atau unit yang akan direview, merangkum serta mendistribusikan hasil diskusi dan kesimpulan yang dicapai dari pertemuan tersebut, dan menyimpan dokumentasi dalam kertas kerja penugasan. Topik diskusi antara lain mencakup:

  •  Tujuan dan ruang lingkup penugasan yang direncanakan.
  • Sumber daya dan waktu penugasan.
  • Faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kondisi dan operasi bisnis dari area yang direview, termasuk perubahan terkini dalam lingkungan bisnis, baik secara internal ataupun eksternal.
  • Perhatian atau permintaan dari manajemen.

5. CAE menentukan bagaimana, kapan, dan kepada siapa hasil penugasan akan dikomunikasikan. Auditor internal mendokumentasikan hal ini dan mengkomunikasikannya kepada manajemen, bila dipandang perlu, dalam tahap perencanaan penugasan ini. Auditor internal terus mengomunikasikan setiap perubahan yang memengaruhi waktu atau pelaporan hasil penugasan kepada manajemen.

 

Referensi:

  • Practice Advisory  2200-1: Engagement Planning (January 2009)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s