Cegah Pembobolan, Bank Harus Perkuat Audit Internal

Penulis : Andreas Timothy
Kamis, 23 Juni 2011 20:37 WIB
JAKARTA–MICOM: Perbankan nasional dinilai perlu memperkuat audit internal bank guna mencegah kejahatan operasional yang dilakukan oleh internal bank menyusul kasus pembobolan dana nasabah Citibank dan Bank Mega.
Executive Vice President-Coordinator Head of Internal Audit Group Bank Mandiri Riyani T. Bondan mengatakan, selama ini standar mengenai sistem pengawasan internal (SPI) dan standard operating procedures (SOP) yang dirumuskan Bank Indonesia (BI) untuk mencegah terjadinya fraud, sudah mengacu pada standar perbankan dunia.

Meski demikian, untuk mencegah terulangnya manipulasi yang makin lama makin canggih, perbankan perlu untuk memperkuat audit internal bank, termasuk dalam menyeleksi dan merekrut pegawai.

“Penting sekali bagi bank untuk memperkuat audit internal. Disini peran auditor internal sangat penting dalam menangkal kejahatan-kejatahan perbankan yang makin lama maski canggih,” ujarnya dalam acara Musyawarah Nasional dan Pemilihan Pengurus Ikatan Auditor Intern Bank periode 2011-2014 di Jakarta, Kamis, (23/6)

Ia mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya kejahatan perbankan, pihaknya menerapkan pengamanan tiga lapis mulai dari cabang, kantor wilayah, dan melalui internal audit untuk menghindari kejahatan perbankan.

Apalagi, saat ini telah terjadi pergeseran kejahatan perbankan dari fisik, ke arah kejahatan elektronik seperti yang banyak terjadi di kartu kredit. “Belum lagi yang banyak menimpa nasabah prioritas, kelompok yang paling riskan dengan kejahatan ini,” kata dia.

Kepala Biro Direktoran Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis mengatakan, untuk menjaga risiko operasional yang mungkin terjadi dengan penggunaan jasa pihak ketiga, sudah seharusnya industri perbakan tidak mengalihdayakan funsi internal audit kepada pihak ketiga (outsource).

“Audit enggak boleh di-outsource. Memang selama ini enggak ada, tapi lebih dipastikan lagi,” tegas dia.

Untuk mendukung hal tersebut, dirinya mengaku saat ini BI terus menggodok lahirnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Alih Daya. Dengan demikian, ke depannya akan diatur dengan jelas mana posisi di perbankan yang bisa dan tidak bisa menggunakan jasa outsource.

“Untuk audit internal harus dari bank itu nanti akan dimasukkan ke PBI. Audit internal itu kan dari pelaksanaan fungsi manajemen,” kata Irwan. (Atp/OL-9)

Sumber/Link Asli:

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/23/236778/20/2/Cegah-Pembobolan-Bank-Harus-Perkuat-Audit-Internal

 

One response to “Cegah Pembobolan, Bank Harus Perkuat Audit Internal

  1. Kecenderungan maraknya fraud di industri perbankan memerlukan perhatian bersama diantara seluruh stakeholders. Industri ini terlalu besar, penting, dan berat utk hanya menjadi concern satu atau dua pihak saja, namun harus seluruh pihak memiliki concern yang sama, dan concern bersama sehingga tdk berjalan sendiri sendiri tanpa ada sinergi. Regulator, pelaku industri (bankers), profesional yg terlibat, masyarakat secara umum, nasabah yang well educated, media, aparat penegak hukum dll harus bersama sama mencegah atau kalau tdk mungkin maka harus sedini mungkin dapat dideteksi agar tidak berjalan terus, dlm jangka lama tanpa disadari. Pelaku perbankan bisa bersaing di setiap area bisnis namun untuk pemberantasan fraud posisinya adalah bersinergi, dan tidak bersaing. Kita tidak happy kalau di bank lain ada fraud, krn itu akan menjadi signal bahwa cepat atau lambat modus ancaman itu akan bisa terjadi di bank manapun. IAIB(Ikatan Auditor Intern Bank) terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi upaya bersama menciptakan industri perbankan yang sehat, aman dan mampu menjadi salah satu pilar penting industri/sektor financial. Komitmen kami diwujudkan melalui berfungsinya secara maksimal internal audit dalam meyakini proses pengelolaan bank dijalankan dengan prinsip sound risk management, control, and governance yang efektif. Fungsi ini akan maksimal hanya jika didukung dengan pengaturan yang baik, kompetensi auditor yang handal, kemahiran profesi yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini kami upayakan melalui proses edukasi, pengembangan kompetensi, dan sertifikasi yang dijalankan secara sistematis dengan acuan standar kompetensi dannprofesionalisme yang berlaku secara nasional dan bahkan internasional. Kerjasama diantara auditor kami fasilitasi melalui berbagai forum agar pengalaman di satu bank dapat diambil manfaat dan hikmahnya utk tdk terjadi di bank lain melalui berbagai event. IAIB juga mendorong peningkatan peran profesi lain, penegak hukum, regulator utk bekerjasama, sekaligus mendorong peningkatan peranan nasabah untuk lebih aktif dan memerankan dirinya tidak sebagai korban namun lebih aktif menjaga aset yg dititipkannya kepada perbankan, misalnya dengan aktif meminta informasi dan memeriksa asetnya secara rutin melalui laporan dll. Tantangan yg bersumber dari pesatnya perkembangan teknologi akan semakin tinggi shg mutlak diperlukan kompetensi internal auditor mapun seluruh pihak terkait, antara lain regulator, penegak hukum, profesi terkait perbankan, dan nasabah. Fraud atau kejahatan perbankan pada intinya dilakukan oleh para penjahat, tidak peduli dimanapun dia berada adalah penjahat yang harus diperangi bersama. Salam Hidayat Prabowo – Ketua Umum IAIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s