Semua Broker Harus Punya Pengawasan Internal di 2012

BY RHEZA ANDHIKA PAMUNGKAS

JAKARTA (IFT) – Bursa Efek In­donesia menargetkan seluruh ang­gota bursa (broker) pada 2012 sudah memiliki parameter pe­ng­a­wasan transaksi nasabah se­su­ai dengan syarat yang sudah di­­­tetapkan. Direksi Bursa menga­ta­­kan, Bursa akan terus melakukan au­dit dan pemeriksaan untuk mendorong perusahaan efek se­gera memenuhi ketentuan pengawasan.

Uriep Budhi Prasetyo, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Ang­­gota Bursa, mengatakan hasil pantauan yang dilakukan Bursa, ma­­yoritas dari 119 anggota bursa su­dah memiliki sistem pengawas­an transaksi nasabah. Namun Bur­­sa akan tetap melakukan audit un­tuk memeriksa kesiapan serta efek­ti­fi­tas sistem pengawasan in­ter­­nal yang dibangun anggota bursa.

“Dari total enam sampai tujuh vendor yang menyediakan jasa in­frastruktur dan teknologi untuk Bursa dan anggota bursa, sudah melengakapi aplikasi transaksi online trading dengan sistem peng­awasan transaksi. Seperti S21, su­­dah membuat aplikasi online trad­ing yang dilengkapi dengan fasilitas tersebut, karena online trad­ing rentan terhadap aktivitas transaksi yang cenderung membentuk harga semu,” kata Uriep.

S21 merupakan salah satu apli­kasi teknologi informasi yang di­kembangkan oleh PT Mikropiranti Komputer. Saat ini aplikasi S21 su­dah digunakan oleh 60 anggota bursa. Penerapan sistem pengawasan internal sekaligus sebagai wujud pelaksanaan prinsip know your customer (KYC).

Wan Wei Yiong, Direktur Per­da­gangan dan Anggota Bursa, men­je­laskan akan terus melakukan penilaian terhadap anggota bur­sa yang telah memiliki sistem peng­awasan transaksi nasabah. “Sepintas, sudah hampir seluruh anggota bursa telah memiliki sistem pengawasan. Namun, untuk jumlah pastinya belum dapat di­­­ungkapkan karena penilaian masih terus dilakukan,” katanya.

Arisandhi Indrodwisatio, Direktur e-Trading Securities, me­nga­­takan sudah memiliki sistem pengawasan transaksi untuk meng­­antisipasi transaksi semu yang dilakukan nasabah. Sistem tersebut bisa mengindentifikasi secara langsung nasabah yang diduga melakukan transaksi semu dan bisa menghentikan aktivitas perdagangan jika berpotensi mengganggu perdagangan bursa.

Sistem pengawasan internal ter­­­­sebut akan memberikan pe­ri­ngat­­­an dini (early warning alert) ter­­hadap transaksi yang dinilai men­­­curigakan. Tim pengawas tran­­sak­si internal perusahaan efek akan memberikan peringat­an kepada na­sabah atau menghen­tikan transak­si jika dinilai membahayakan. (*)

Link Asli/Sumber:

http://www.indonesiafinancetoday.com/read/9745/Semua-Broker-Harus-Punya-Pengawasan-Internal-di-2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s