IIA Terbitkan Practice Guide Mengaudit Lingkungan Pengendalian

Lingkungan Pengendalian (Control Environment) adalah komponen dalam pengendalian internal yang menjadi pondasi bagi komponen pengendalian lainnya. Oleh karenanya, efektivitas lingkungan pengendalian ini akan mempengaruhi pula efektivitas pengendalian internal secara keseluruhan. Yang menjadi permasalahan bagi auditor internal, selaku pihak yang secara tradisional bertanggung jawab untuk melakukan penilaian efektivitas pengendalian internal, adalah bahwa lingkungan pengendalian relatif lebih sulit untuk dinilai. Selain masalah sensitivitas dan juga masalah independensi, mengingat lingkungan pengendalian akan banyak berhubungan dengan tone at the top, lingkungan pengendalian juga banyak berhubungan dengan soft control. Soft control ini, dengan segala kesulitan pengukurannya, memerlukan teknik dan alat audit internal yang tidak sederhana untuk sampai pada kecukupan bukti yang kompeten sebagai dasar kesimpulan audit.

Dengan adanya kesulitan-kesulitan tersebut, banyak aktivitas audit internal yang tidak menjadikan penilaian efektivitas lingkungan pengendalian ini sebagai bagian dari rencana audit tahunannya. Walaupun tidak ada jaminan bahwa kesulitan akan hilang sama sekali, namun adanya pedoman praktik yang lebih konkret mengenai audit lingkungan pengendalian ini akan sangat membantu aktivitas audit internal, terutama yang selama ini tidak pede ataupun gagap dalam melakukan audit dimaksud.

Beruntung, pada bulan April 2011 lalu IIA menerbitkan Practice Guide: Auditing the Control Environment. Dalam dokumen setebal 34 halaman ini, IIA memberikan pedoman yang cukup rinci bagi CAE dan aktivitas audit internal untuk memahami bagaimana batasan lingkungan pengendalian, konsideran dalam audit, lingkup dan pendekatan audit, prosedur-prosedur yang disarankan, hingga ke pelaporan penugasan audit lingkungan pengendalian.

Sebagaimana didefinisikan pada Glossary Standar, Lingkungan Pengendalian adalah sikap dan tindakan dari Dewan dan manajemen tentang pentingnya pengendalian dalam organisasi, yang mencakup unsur-unsur sebagai berikut:

  • Integritas dan nilai-nilai etis.
  • Filosofi manajemen dan gaya operasi.
  • Struktur organisasi.
  • Pemberian wewenang dan tanggung jawab.
  • Kebijakan dan praktik sumber daya manusia. 
  • Kompetensi personel.

Dengan demikian, audit internal terhadap lingkungan pengendalian akan berpusat pada penilaian risiko yang bisa muncul dari kegagalan bekerjanya ke-6 unsur lingkungan pengendalian tersebut secara efektif.

Dalam melakukan penilaian risiko-risiko tersebut, sebagaimana digariskan dalam practice guide ini, CAE dapat memilih dari berbagai kemungkinan, apakah akan (1) melakukan 1 penugasan audit atas lingkungan pengendalian secara menyeluruh, (2) melakukan beberapa penugasan audit secara serial, berfokus pada unsur-unsur lingkungan pengendalian, atau (3) melakukan penugasan audit terhadap pengendalian atas risiko-risiko tertentu secara spesifik. Tentu pemilihan ini akan disesuaikan dengan ketersedian sumber daya, baik dalam jumlah ataupun skill yang dibutuhkan.

Sementara itu, konsideran yang perlu dipertimbangkan CAE dalam audit atas lingkungan pengendalian ini adalah perlunya dukungan dari manajemen senior dan/atau Dewan. Tak kalah penting adalah perlunya independensi garis pelaporan hasil audit yang bisa memastikan bahwa tidak terjadi pembatasan lingkup audit. Ketiga, CAE perlu mengartikulasikan dan mengomunikasikan kriteria yang digunakan secara jelas. Dan terakhir,  perlu dipertimbangkan adanya perbedaan lingkungan hukum dan perundang-undangan, budaya lokal, bahasa, dan sebagainya (terutama dalam hal organisasi multinasional).

Lebih lanjut, mengenai prosedur, teknik dan alat, serta pelaporan, meskipun tidak dimaksudkan sebagai pedoman yang lengkap dan komprehensif, practice guide ini memberikan contoh yang konkret dan cukup rinci. Setiap unsur lingkungan pengendalian dan atributnya dirinci lebih lanjut, kemudian diuraikan contoh-contoh desain pengendalian terkait, serta kemudian diberikan contoh-contoh pengujian yang harus dilakukan oleh auditor.

Anda tertarik mengetahui lebih lanjut? Bagi Anda yang menjadi anggota IIA, Anda dapat mengunduh practice guide tersebut secara gratis di sini. Bagi Anda yang tidak menjadi anggota IIA, Anda tetap dapat memilikinya dengan membeli di sini.

 

3 responses to “IIA Terbitkan Practice Guide Mengaudit Lingkungan Pengendalian

  1. bagai mana si daftar ny??????

  2. apakah ada buku tuntunan audit internal quality untuk perusahaan pengolhaan? saya ingin tahu buku yang lengkap mengenai step-step dan list list untuk audit. mohon bantuaanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s