Manajemen Sumber Daya

Sesuai dengan Standar 2030 mengenai manajemen sumber daya, Kepala Eksekutif Audit (CAE) harus memastikan bahwa sumber daya audit internal adalah tepat, cukup, dan secara efektif dikerahkan untuk mencapai rencana yang telah disetujui. ‘Tepat’ mengacu pada gabungan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana. ‘Cukup’ mengacu pada kuantitas sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai rencana tersebut.  Sedangkan sumber daya dikerahkan secara efektif apabila digunakan dalam cara yang mengoptimalkan pencapaian rencana yang telah disetujui.

Selanjutnya IIA memberikan rincian pedoman praktik sebagai berikut:

  1. CAE harus memastikan kecukupan dan mengelola sumber daya audit internal sedemikian rupa sehingga bisa menjamin pemenuhan tanggung jawab audit internal, sebagaimana tercantum dalam piagam audit internal secara efektif. Di dalamnya termasuk tanggung jawab CAE untuk mengomunikasikan kebutuhan sumber daya dan pelaporan statusnya kepada manajemen senior dan Dewan. Sumber daya audit internal di sini mencakup antara lain karyawan, penyedia layanan eksternal, dukungan keuangan, serta teknik audit berbasis teknologi. Namun demikian, penanggung jawab puncak mengenai kecukupan sumber daya audit internal ini berada di pundak manajemen senior dan Dewan; dan CAE harus membantu mereka dalam melaksanakan tanggung jawab ini.
  2. Keahlian, kemampuan, dan pengetahuan teknis dari staf audit internal harus sesuai dengan kegiatan yang direncanakan. CAE perlu melakukan penilaian dan menginventarisasi keahlian secara berkala untuk memastikan keahlian khusus apa yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan audit internal. Penilaian keahlian didasarkan pada, dan dengan mempertimbangkan, berbagai kebutuhan yang teridentifikasi pada saat penilaian risiko dan perencanaan audit. Termasuk di dalamnya adalah penilaian akan pengetahuan teknis, keterampilan bahasa, kecerdasan bisnis, kompetensi mendeteksi dan mencegah kecurangan, serta keahlian akuntansi dan audit.
  3. Sumber daya audit internal harus memadai untuk melaksanakan kegiatan audit dengan keluasan dan kedalaman serta ketepatwaktuan yang diharapkan oleh manajemen senior dan Dewan, sebagaimana tercantum dalam piagam audit internal. Pertimbangan perencanaan sumber daya mencakup pula semesta audit, tingkat risiko yang relevan, rencana audit internal, ekspektasi cakupan audit, dan perkiraan kegiatan lain yang tak terduga.
  4. CAE  harus memastikan bahwa sumber daya dikerahkan secara efektif. Di antaranya adalah dengan menugaskan auditor yang kompeten dan berkualitas untuk tugas tertentu. Juga dengan mengembangkan pendekatan sumber daya dan struktur organisasi yang tepat untuk organisasi dengan struktur bisnis, profil risiko, dan geografis organisasi yang tersebar.
  5. Dari sudut pandang pengelolaan sumber daya secara keseluruhan, CAE mempertimbangkan rencana regenerasi, program evaluasi dan pengembangan staf, serta kedisiplinan sumber daya manusia. CAE juga harus memperhatikan apakah keahlian yang dibutuhkan tersedia dari dalam aktivitas audit internal itu sendiri, ataukah tidak. Pendekatan-pendekatan lain untuk mengatasi kebutuhan sumber daya di antaranya dengan menggunakan jasa penyedia layanan eksternal, karyawan dari departemen lain di dalam organisasi, atau konsultan dengan keahlian khusus.
  6. Karena sifat sumber daya yang sangat penting, CAE perlu memelihara komunikasi dan dialog terus-menerus dengan manajemen senior dan Dewan untuk memastikan kecukupannya. Secara berkala CAE perlu menyajikan ringkasan status dan kecukupan sumber daya untuk manajemen senior dan Dewan. Oleh karena itu, CAE perlu mengembangkan tujuan, sasaran dan pengukuran-pengukuran yang tepat untuk memantau kecukupan keseluruhan sumber daya. Hal ini antara lain dilakukan dengan membuat perbandingan sumber daya dengan rencana audit internal, dampak dari kekurangan atau kekosongan sumber daya terhadap rencana, kegiatan pendidikan dan pelatihan, dan perubahan kebutuhan keahlian tertentu karena adanya perubahan bisnis organisasi, operasi, program, sistem, pengendalian, dan sebagainya.

Referensi :

  • Practice Advisory #2030-1 IPPF Jan 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s