Mengevaluasi Efektivitas Seorang CAE

Bulan lalu The IIA mengeluarkan pedoman praktik terkait dengan penunjukan, evaluasi kinerja, dan pemberhentian Kepala Audit Internal atau Chief Audit Executives (CAE). Salah satu hal penting yang diatur dalam pedoman praktik tersebut adalah evaluasi atas efektivitas CAE, yang merupakan bagian dari evaluasi periodik terhadap aktivitas audit internal. Secara umum evaluasi efektivitas CAE menggunakan dua kriteria utama, yaitu Atribut dan Keterampilan, yang butir-butirnya diuraikan di bawah ini. Butir-butir ini perlu disosialisasikan terlebih dahulu, baik dituangkan dalam piagam audit atau pada deskripsi tugas CAE, sehingga CAE yang bersangkutan dapat mereview-nya serta mempersiapkan diri ketika dilakukan evaluasi dimaksud.

ATRIBUT

Independen, Objektif, dan Etika

  • Seorang CAE harus menunjukkan objektivitas dalam tindakannya dan memberikan laporan lisan dan tulisan secara jelas, lengkap, dan bebas dari bias.
  • Seorang CAE harus mengomunikasikan masalah secara akurat dan tepat waktu, bahkan ketika dalam pelaksanaannya terdapat konflik dan penentangan.
  • Seorang CAE harus memberikan perspektif yang seimbang mengenai topik-topik seperti eksposur risiko organisasi dan mampu mempertahankan posisi dalam rapat-rapat, bahkan ketika bertentangan dengan pendapat umum maupun pendapat dari pihak-pihak yang berkuasa.
  • Seorang CAE harus terbuka dan langsung dalam berkomunikasi dengan Dewan serta mengungkapkan pendapat dalam rapat-rapat eksekutif dengan terus terang.
  • Seorang CAE dan timnya tidak memiliki kewenangan langsung melakukan tugas operasional organisasi yang bertentangan dengan ruang lingkup aktivitas audit internal.

Keingintahuan Intelektual

  • Seorang CAE memantau organisasi dan lingkungannya secara teratur, serta memberikan tanggapan proaktif terhadap perubahan risiko lingkungan (misalnya, produk dan jasa baru, perubahan peraturan, dsb).
  • Seorang CAE harus memasukkan perkembangan-perkembangan dan ide-ide terbaru terkait dengan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal dalam praktik kerjanya secara tepat.

Fokus pada Kualitas

  • Seorang CAE harus memastikan pekerjaan yang dilakukannya sesuai dengan semua elemen dari IPPF.
  • Seorang CAE harus memfasilitasi pemantauan kualitas baik secara terus menerus maupun berkala, program pemastian kualitas baik secara internal maupun eksternal,
    serta memberikan perhatian terhadap perbaikan kelemahan-kelemahan melalui rencana aksi yang senantiasa dimonitor.
  • Seorang CAE menerapkan umpan balik dari Dewan sebagaimana mestinya, untuk meningkatkan kualitas layanan audit internal yang diberikan.
  • Seorang CAE secara rutin mengumpulkan umpan balik penting dari para stakeholder untuk meningkatkan layanan audit internal serta memastikan harapan stakeholder terus dinilai dan dipenuhi.
  • Seorang CAE memiliki kualifikasi profesional yang sesuai, misalnya gelar CIA, dan secara aktif mendorong semua staf audit internal untuk mencapai dan memelihara kualifikasi tersebut.

KETERAMPILAN

Pengetahuan Bisnis, Teknis, dan Proses yang Kuat

  • Cakupan audit yang memadai harus sejalan dengan tujuan organisasi dan didokumentasikan dalam rencana audit internal tahunan maupun jangka panjang.
  • Rencana audit internal dikembangkan dan didokumentasikan dengan menggunakan metodologi berbasis risiko untuk menjamin mereka terfokus pada area yang tepat, dilakukan pada siklus yang tepat, dan dengan lingkup yang tepat.
  • Seorang CAE harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang bisnis dan risiko-risiko terkait serta memastikan sumberdaya dikerahkan untuk mempertahankan tingkat cakupan risiko yang tepat sepanjang tahun.
  • Seorang CAE meminta masukan dari Dewan dan manajemen senior atas rencana audit internal.
  • Seorang CAE bekerja secara efektif dengan auditor eksternal dan stakeholder lainnya untuk memastikan kecukupan dan efisiensi cakupan risiko.
  • Rencana audit senantiasa dipantau dan disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis dan risiko, serta Dewan dan manajemen senior diinformasikan mengenai perubahan tersebut secara tepat.
  • Seorang CAE mengalokasikan waktu untuk projek-projek khusus dan layanan konsultasi yang diminta oleh manajemen senior dan / atau Dewan setelah mempertimbangkan risiko yang terkait secara tepat.
  • Seorang CAE bertanggung jawab untuk mencapai cakupan audit internal yang telah direncanakan.
  • Tidak ada masalah besar yang muncul setelah dilakukannya pekerjaan audit yang menunjukkan kurangnya lingkup atau kualitas audit yang bersangkutan.

Komunikasi dan Mendengarkan

  • Seorang CAE perlu mengajukan komunikasi reguler, singkat dengan Dewan (melalui pertemuan formal, sesi eksekutif, dan akses terhadap anggota Dewan untuk percakapan pribadi).
  • Seorang CAE memberikan perspektif yang seimbang mengenai topik-topik seperti tata kelola organisasi, risiko, dan masalah pengendalian internal.
  • Ketika masalah-masalah yang membutuhkan tindakan segera teridentifikasi, CAE bekerja sama dengan manajemen senior untuk memfasilitasi solusi efektif dan mendorong tindakan koreksi yang tepat pada waktu yang tepat.
  • Seorang CAE mengungkapkan pendapat secara terus terang kepada manajemen senior serta dapat mempertahankan posisi dalam pertemuan bahkan ketika bertentangan dengan pendapat umum.
  • Seorang CAE mengadakan pertemuan rutin dengan para stakeholder lainnya untuk tujuan pembekalan, berbagi informasi, serta memastikan koordinasi yang berkelanjutan.

Mengelola Orang

  • Seorang CAE memelihara SDM yang memadai untuk menunaikan tanggung jawab dan mengelola perputarannya pada tingkat yang sesuai.
  • Seorang CAE memiliki, atau memperoleh, SDM dengan kemampuan profesional dan pengetahuan bisnis yang dibutuhkan untuk melaksanakan rencana audit.
  • Seorang CAE secara efektif menggunakan keahlian yang dimiliki departemen lain, seperti hukum, kepatuhan, kecurangan, dan TI.
  • Seorang CAE mendukung staf audit internal yang dirotasi masuk dan keluar dari manajemen serta posisi lini untuk mempromosikan pentingnya kesadaran pengendalian dalam semua aspek organisasi.
  • Kepercayan dan koordinasi CAE dengan auditor eksternal yang optimal sehingga cakupan audit sesuai dengan biaya yang wajar dan meminimalkan duplikasi usaha.
  • Seorang CAE memberikan evaluasi kinerja yang tepat kepada para staf.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s