Penilaian Eksternal (2)

Penilaian Eksternal (1)

6. Integritas mengharuskan pereview untuk jujur dan terbuka dalam batas-batas kerahasiaan. Layanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan dan kepentingan pribadi. Objektivitas adalah keadaan pikiran dan kualitas yang memberikan nilai bagi pekerjaan pereview. Prinsip objektivitas mengahruskan untuk tidak memihak, jujur secara intelektual, dan bebas dari konflik kepentingan.

7. Melaksanakan dan mengomunikasikan hasil penilaian eksternal membutuhkan judgement profesional. Dengan demikian, individu yang memberikan review eksternal harus:

  • Kompeten, profesional auditor internal bersertifikat yang memiliki pengetahuan mutakhir dan mendalam tentang Standar.
  • Berpengalaman dalam praktik-praktik terbaik profesi.
  • Memiliki minimal tiga tahun pengalaman terakhir pada tingkat manajemen dalam praktik audit internal atau konsultasi yang terkait.

Ketua tim review eksternal independen (termasuk pereview eksternal yang secara independen memvalidasi hasil self-assessment organisasi) seharusnya memiliki tingkat kompetensi dan pengalaman lebih yang dapat diperoleh dari review sebelum-sebelumnya sebagai anggota tim, kursus atau pelatihan tentang penilaian kualitas yang diselesaikan, atau dari pengalaman sebagai CAE dan posisi manajerial audit internal lainnya.

8. Pereview harus memiliki keahlian teknis dan pengalaman dalam industri yang relevan. Individu dengan keahlian di bidang khusus lainnya dapat juga mendampingi tim pereview. Sebagai contoh, spesialis dalam manajemen risiko perusahaan, audit TI, sampling statistik, sistem operasi monitoring, atau CSA (Control Self-Assessment) dapat berpartisipasi dalam segmen tertentu dari penugasan review.

9. CAE melibatkan manajemen senior dan Dewan dalam menentukan pendekatan dan pemilihan penyedia layanan penilaian kualitas eksternal.

10. Penilaian eksternal mencakup spektrum yang luas dari unsur-unsur aktivitas audit internal berikut ini:

  • Kesesuaian dengan Definisi Audit Internal; Kode Etik; Standar; piagam audit internal, rencana, kebijakan, prosedur, praktik, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
  • Ekspektasi yang dinyatakan oleh Dewan, manajemen senior, dan manajer operasional terhadap aktivitas audit internal,
  • Integrasi aktivitas audit internal ke dalam proses tata kelola organisasi, termasuk hubungan dengan dan di antara kelompok-kelompok kunci yang terlibat dalam proses tersebut,
  • Alat dan teknik yang digunakan oleh aktivitas audit internal,
  • Gabungan pengetahuan, pengalaman, dan disiplin ilmu dari para staf, termasuk staf yang berfokus pada proses perbaikan, dan
  • Penentuan, apakah aktivitas audit internal menambah nilai dan meningkatkan operasi organisasi atau tidak.

11. Hasil awal dari review tersebut, dibahas dengan CAE selama proses penilaian. Hasil final dikomunikasikan atau dilaporkan kepada CAE, atau pejabat lainnya yang mengotorisasi penugasan review, sebaiknya dengan tembusan dikirim langsung ke manajemen senior dan Dewan.

12. Komunikasi (laporan) tersebut meliputi:

  • Pendapat atas kesesuaian aktivitas audit internal dengan Definisi Audit Internal, Kode Etik, dan Standar menggunakan rating penilaian terstruktur. Istilah “Kesesuaian” berarti praktik kegiatan audit internal, secara keseluruhan, memenuhi persyaratan Definisi Internal Audit, Kode Etik, dan Standar. Demikian pula, “Ketidaksesuaian” berarti dampak dan tingkat gangguan dari defisiensi praktik aktivitas audit internal sedemikian penting sehingga Aktivitas Audit Internal tidak dapat melaksanakan tanggung jawabnya. Tingkat “Kesesuaian parsial “dengan Definisi Internal Audit, Kode Etik, dan/atau standar satu-per-satu, juga dapat dinyatakan dalam laporan penilaian independen eksternal dalam hal tidak keseluruhan Definisi, Kode Etik, dan Standar dapat dipenuhi. Ekspresi menyatakan pendapat atas hasil penilaian eksternal mengharuskan penerapan judgement bisnis yang sehat, integritas, dan due professional care.
  • Penilaian dan evaluasi penggunaan praktik-praktik terbaik, baik yang diamati selama proses penilaian ataupun yang berpotensi akan diterapkan oleh aktivitas audit internal.
  • Rekomendasi untuk perbaikan, bila diperlukan.
  • Tanggapan dari CAE yang meliputi rencana aksi dan jadwal implementasi.

13. Untuk memberikan akuntabilitas dan transparansi, CAE mengomunikasikan hasil penilaian kualitas eksternal, termasuk tindakan perbaikan yang direncanakan untuk isu-isu signifikan (termasuk informasi subsequent pemenuhan tindakan-tindakan perbaikan yang direncanakan tersebut), dengan para stakeholder aktivitas audit internal, seperti manajemen senior, Dewan, dan auditor eksternal.

Referensi :

  • Practice Advisory #1312-1 IPPF Jan 2009
Iklan

One response to “Penilaian Eksternal (2)

  1. Ping-balik: Penilaian Eksternal (1) « Blog Auditor Internal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s