Penilaian Eksternal (1)

Sebagaimana telah diatur pada standar 1312 beserta interpretasinya mengenai Penilaian Eksternal, penilaian eksternal tersebut harus dilakukan setidaknya satu kali setiap lima tahun oleh seorang atau tim reviewer dari luar organisasi yang berkualitas dan independen. Lebih lanjut IIA mengatur penilaian eksternal ini sebagai berikut:

1. Penilaian Eksternal meliputi seluruh aspek audit dan konsultasi yang dilakukan oleh aktivitas audit internal, tidak terbatas hanya pada program pemastian kualitas dan perbaikan (QAIP). Untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari dilakukannya penilaian eksternal, lingkup pekerjaan harus mencakup pembandingan/benchmarking, identifikasi, dan pelaporan praktik-praktik terbaik yang dapat membantu aktivitas audit internal menjadi lebih efisien dan/atau efektif. Ini dapat dicapai melalui sebuah penilaian eksternal secara penuh, atau penilaian internal komprehensif dengan validasi reviewer independen eksternal. CAE harus memastikan lingkup pekerjaan tersebut beserta deliverables yang diharapkan dituangkan secara jelas.

2. Penilaian eksternal terhadap aktivitas audit internal memberikan opini atas keseluruhan aspek audit dan konsultasi yang dilakukan (atau yang seharusnya dilakukan berdasarkan internal audit charter) oleh aktivitas audit internal, termasuk kesesuaiannya dengan Definisi, Kode Etik, dan Standar Audit Internal. Di luar itu, ruang lingkup penilaian eksternal dapat dimodifikasi berdasarkan pertimbangan CAE, manajemen senior, atau Dewan.

3. Komunikasi formal disampaikan oleh reviewer eksternal kepada manajemen senior dan Dewan pada saat penyeleseaian penugasan.

4. Terdapat dua pendekatan dalam penilaian eksternal. Pendekatan pertama adalah penilaian  eksternal  yang dilakukan secara penuh oleh reviewer atau tim review eksternal yang dan independen. Pendekatan ini melibatkan tim eksternal profesional yang kompeten di bawah kepemimpinan dari manajer projek yang berpengalaman. Pendekatan kedua melibatkan penggunaan tenaga profesional eksternal yang berkualitas dan independen untuk melakukan review dan memberikan validasi independen terhadap penilaian internal komprehensif dan laporan yang telah dilakukan secara mandiri (self assessment) oleh aktivitas audit internal.

5. Individu yang melakukan penilaian eksternal harus bebas dari kewajiban apa pun untuk, atau kepentingan dalam, organisasi di mana aktivitas audit internal sedang dilakukan penilaian eksternal.  Hal-hal khusus berkaitan dengan independensi, yang perlu diperhatikan oleh CAE dalam konsultasi dengan Dewan, dalam memilih pereview atau tim review eksternal yang berkualitas dan independen meliputi antara lain:

a. Setiap konflik kepentingan yang nyata atau jelas dari perusahaan atau personel perusahaan yang sebelumnya memberikan layanan:

  • Audit eksternal terhadap laporan keuangan.
  • Layanan konsultasi di bidang tata kelola, manajemen risiko, pelaporan keuangan, pengendalian internal, dan bidang terkait lainnya, yang signifikan.
  • Bantuan untuk aktivitas audit internal yang signifikan.

b. Setiap konflik kepentingan yang nyata atau jelas dari mantan karyawan organisasi yang
akan melakukan penilaian.  CAE harus mempertimbangkan jangka waktu sang mantan karyawan meninggalkan organisasi, dimana semakin lama sang karyawan tersebut telah meninggalkan organisasi dianggap semakin independen.

c. Individu yang melakukan penilaian eksternal harus independen dari organisasi yang aktivitas audit internalnya sedang dinilai serta tidak memiliki konflik kepentingan yang nyata atau jelas. “Independen dari organisasi” berarti dia/mereka tidak menjadi bagian dari, atau di bawah kendali, organisasi yang aktivitas audit internalnya sedang dinilai. Dalam pemilihan pereview atau tim review eksternal yang  berkualitas dan independen, perlu diperhatikan setiap konflik kepentingan yang nyata atau jelas dari setiap pereview karena hubungannya dengan organisasi di masa sekarang ataupun di masa lalu, termasuk  partisipasi reviewer dalam penilaian kualitas secara internal.

d. Individu pada departemen lain dalam organisasi yang sama dengan aktivitas audit internal, meskipun secara organisasional terpisah dari aktivitas audit internal, tidak dianggap independen untuk tujuan melakukan penilaian eksternal ini.  “organisasi terkait” bisa jadi berupa organisasi induk, afiliasi pada kelompok entitas yang sama; atau suatu entitas dengan pengawasan rutin atau tanggung jawab pemastian kualitas/quality assurance.

e. Termasuk dalam konflik kepentingan yang jelas atau nyata adalah konflik yang melibatkan kerja sama peer review. Kerja sama peer review antara tiga atau lebih organisasi (misalnya, dalam sebuah industri atau kelompok afinitas lainnya,  asosiasi regional, atau kelompok organisasi lainnya – kecuali yang tidak diperbolehkan dengan “organisasi terkait” di atas) dapat dilakukan untuk menghindari masalah independensi. Namun peer review di antara dua organisasi saja tidak memenuhi syarat independensi untuk penilaian eksternal ini.

f. Untuk mengatasi masalah terganggunya independensi baik dalam kenyataan maupun dalam penampakannya, satu atau lebih individu independen dapat menjadi bagian dari suatu tim penilai independen eksternal untuk memvalidasi pekerjaan yang dilakukan tim secara bersama-sama.

Penilaian Eksternal (2)

Referensi :

  • Practice Advisory #1312-1 IPPF Jan 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s