Tanggung Jawab Aktivitas Audit Internal dalam Proses IFRS

Projek mengonversi akuntansi ke IFRS harus dikelola sebagaimana layaknya projek-projek berskala besar lainnya. Dalam arti, kecukupan waktu, SDM, serta sumber daya lainnya harus betul-betul diperhatikan, dan seluruh pemain kunci harus terlibat dalam pengambilan keputusan yang kritikal. Walaupun projek IFRS pada umumnya akan berada di area akuntansi/keuangan, aktivitas audit internal harus menjadi salah satu pemain kunci dalam projek ini mengingat dampaknya yang luas terhadap lingkungan pengendalian internal perusahaan (serta dokumentasi proses Sarbanes-Oxley, bila perusahaan Anda tercatat di Bursa di Amerika Serikat).

Berikut ini adalah beberapa hal di mana aktivitas audit internal harus berusaha terlibat dalam projek konversi ke IFRS:

1. Selama Tahap Pra-implementasi

Bagian akuntansi / keuangan adalah penanggung jawab atas keseluruhan projek IFRS (yaitu, dari tahap inisiasi projek, pelaksanaan, sampai dengan tahap pasca- implementasi). Oleh karena itu, langkah pertama aktivitas audit internal adalah melakukan review terhadap rencana projek IFRS perusahaan untuk memastikan bahwa perusahaan memang telah siap untuk melaksanakan projek. Auditor internal harus memastikan bahwa projek telah dirancang dengan memadai dan ditetapkan batas-batas lingkupnya dengan jelas, serta dikelola secara efektif dan efisien. Prosedur yang harus dilakukan termasuk memastikan pengendalian yang tepat, melakukan pengujian kesiapan, mengkaji rencana komunikasi, melakukan pengujian kecukupan program manajemen-perubahan (change management), dan mengkaji manajemen anggaran untuk memastikan bahwa seluruh biaya-biaya yang diperlukan telah dianggarkan. Dengan melakukan review pra-implementasi secara dini seperti ini auditor internal akan memberikan peluang yang lebih besar bagi projek konversi IFRS untuk sukses.

2. Selama masa transisi

Auditor internal harus bekerja sama dengan auditor eksternal secara erat selama proses implementasi IFRS untuk mengidentifikasi proses-proses, sistem, dan pengendalian yang terkena dampak IFRS. Setelah mengidentifikasi area-area mana saja yang terkena dampak, auditor internal harus segera membuat perubahan yang sesuai pada dokumentasi proses untuk memastikan bahwa pada area-area yang terkena dampak tersebut, pengendalian akan dapat berfungsi dengan baik dalam lingkungan IFRS yang baru.

3. Selama Tahap Pasca-implementasi

Setelah tahap implementasi, auditor internal harus memvalidasi proses seputar pembuatan laporan keuangan IFRS yang baru, dengan memberikan layanan assurance kepada manajemen bahwa struktur pengendalian internal yang baru (setelah revisi) telah bekerja dengan baik dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Paling tidak, assurance ini dilakukan terhadap area-area yang berisiko tinggi, serta memastikan pengendalian telah ada untuk memantau perubahan peraturan IFRS secara kontinyu.

Referensi:

The IIA Research Foundation; IFRS: What Internal Auditors need to Know; January 2009

One response to “Tanggung Jawab Aktivitas Audit Internal dalam Proses IFRS

  1. No cmment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s