Standar Audit Internal akan Direvisi – Menunggu Komentar Anda!

Pertengahan bulan Februari ini the Internal Audit Standards Board (IASB) mengeluarkan draf eksposur (exposure draft) revisi SIPPAI (International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing) sebagai bagian penting dari pengembangan SIPPAI secara berkelanjutan. Standar baru yang diusulkan dalam draf ini bisa dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu:

1. Pemberian Opini

Di mana-mana di seluruh dunia, permintaan kepada auditor internal untuk memberikan opini, baik pada tingkat penugasan maupun pada tingkat keseluruhan, semakin meningkat. Standar yang berlaku pada saat ini memperbolehkan auditor internal untuk memberikan opini, namun tidak mengharuskannya. Mengingat bahwa struktur governance setiap organisasi serta aspek-aspek lain yang mempengaruhi konteks auditor internal bekerja begitu bervariasi, IASB tidak mengharuskan semua auditor internal untuk selalu memberikan opini dalam setiap penugasan auditnya. Namun di sisi lain, IASB juga ingin memastikan bahwa para stakeholder dapat mengandalkan opini auditor internal, dalam hal opini tersebut diberikan. Oleh karenanya, IASB mengusulkan dua standar tambahan untuk mengatasi masalah ini, yaitu:

  • Standar 2010.A2 untuk memenuhi kebutuhan auditor internal dalam mendapatkan ekspektasi Board dan  manajemen senior pada tahap proses perencanaan.
  • Standar 2450 menetapkan persyaratan bagi pekerjaan yang harus dilakukan oleh auditor internal jika mereka ingin memberikan opini, baik pada tingkat penugasan maupun pada tingkat keseluruhan.

2. Penyedia Layanan Eksternal

Dalam diskusi yang berkembang di antara IIA dan para penyedia layanan audit internal dari luar organisasi, mengemuka isu sejauh mana peran mereka (para penyedia layanan tersebut) dan bagaimana mereka dapat tetap mematuhi standar audit internal yang berlaku. Posisi yang lazim diterima secara umum dalam hal outsourcing suatu fungsi adalah sejauh apa pun suatu fungsi tersebut di-outsource, tanggung jawab tetap tidak terlepas dari organisasi yang melakukan outsource. Namun karena standar audit internal tidak diberlakukan bagi Board ataupun manajemen organisasi yang melakukan outsource, maka IASB mengusulkan standar 2070 yang akan diberlakukan kepada auditor internal (dalam hal ini penyedia layanan eksternal) untuk selalu mengingatkan tanggung jawab organisasi dalam me-maintain aktivitas audit internal yang efektif, melalui quality assurance and improvement program.

Selain kedua kategori standar tersebut, dalam draf eksposur ini juga direvisi/ditambahkan beberapa interpretasi baru, dan juga beberapa istilah di dalam glossary, terkait dengan independensi, penggunaan frase “sesuai dengan standar internasional praktik profesional audit internal”, external assessment,  komunikasi hasil penugasan, dan lain-lain. Selengkapnya proposal revisi standar tersebut dapat diunduh di sini.

Periode eksposur draf ini adalah 15 Februari 2010 sampai dengan 14 Mei 2010. Bila Anda ingin memberikan respons dalam kapasitas individual bisa melalui survei online dengan pernyataan setuju/tidak setuju dan keterangan tambahan bila perlu, di sini http://www.theiia.org/guidance/standards-and-guidance/2010-Standards-Exposure/

Sementara itu, organisasi dan afiliasi IIA dapat memberikan respons melalui mail iia-exposure@theiia.org dengan Standards Exposure pada subjek, serta referensi headings and numbering yang digunakan dalam eksposur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s