IIA Terbitkan Practice Guide Penerapan Standar untuk IA Kecil

The Intitute of Internal Auditors (IIA) baru saja menerbitkan pedoman praktik (practice guide) yang ditujukan bagi Aktivitas Audit Internal yang berskala kecil, untuk membantu mereka memenuhi prinsip-prinsip yang digariskan di dalam International Standards for Professional Practice of Internal Auditing ( Standar). Pedoman praktik yang bertera bulan Maret 2011 ini merupakan pedoman terkini dan yang pertama untuk tahun 2011 ini. Secara resmi, pedoman praktik ini berjudul “Assisting Small Internal Audit Activities In Implementing the International Standards for the Professional Practice of Internal Auditing”.

Sebagaimana kita ketahui, Standar harus diterapkan dengan tidak memandang bulu. Termasuk dalam hal ukuran organisasional, aktivitas audit internal dengan skala kecil tidak mendapatkan diskriminasi penerapan Standar ini. Dengan kondisi seperti itu, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh aktivitas audit internal kecil ini untuk menerapkan Standar secara penuh. Oleh IIA, setidaknya ada 3 tantangan utama yang dapat diidentifikasi, yaitu:

  • Kecukupan jumlah sumber daya,
  • Kecukupan skill, dan
  • Independensi

Walaupun tidak dapat ditetapkan secara mudah karena adanya perbedaan kematangan, lingkungan, dan kultur antarnegara, IIA memberikan batasan umum Aktivitas Audit Internal Kecil dengan pemenuhan satu atau lebih karakteristik berikut:

  • Memiliki 1-5 auditor.
  • Jam produktif per tahun di bawah 7,500 jam.
  • Tidak atau sedikit sekali melakukan cosourcing atau outsourcing.

Dengan karakteristik seperti itu, memang sangat dimungkinkan terjadi kekurangan sumber daya, ketidakmampuan keahlian, bahkan mungkin juga perangkapan tugas auditor dengan tugas operasional bisnis.

Pedoman praktik ini memberikan panduan dengan memperhatikan tingkat kesulitan tantangan setiap butir rumpun standar. Oleh IIA setiap rumpun standar dinilai seberapa sulit penerapannya bagi Aktivitas Audit Internal Kecil, dengan 3 skala: rendah, sedang, dan tinggi. Sebagai contoh, rumpun standar #1000 – Tujuan, Wewenang, dan Tanggung Jawab dinilai tidak sulit bagi aktivitas Audit Internal Kecil untuk memenuhinya. Sebaliknya, rumpun standar #1100 Independensi dan Objektivitas dinilai sulit. Berdasarkan penilaian ini, kemudian IIA memberikan pedoman bagaimana sebuah Aktivitas Audit Internal Kecil menyiasati tantangan yang ada, untuk tetap dapat memenuhi Standar yang digariskan. Heat map berikut ini menunjukkan penilaian IIA terhadap tingkat kesulitan penerapan setiap butir standar dimaksud:

 

Sebagaimana terlihat dalam heat map tersebut, setidaknya ada lima area yang memiliki tingkat kesulitan tinggi bagi aktivitas audit internal kecil untuk menerapkan IIA, yaitu terkait: independensi dan objektivitas, program pemastian  kualitas dan peningkatan, mengelola aktivitas audit internal, perencanaan penugasan, serta melakukan penugasan. Untuk masing-masing area, pedoman ini pada intinya memberikan saran sebagai berikut:

Independensi dan Objektivitas - Menjaga komunikasi terbuka dengan Dewan dan manajemen senior tentang pentingnya menjaga independensi dan objektivitas. Dalam komunikasi ini termasuk menjelaskan kesulitan yang ada apabila auditor diberikan tanggung jawab operasional pada suatu bidang, dan juga mendiskusikan kesulitan dan tantangan apabila garis pelaporan organisasional audit internal tidak optimal.

QAIP – Mengintegrasikan kualitas ke dalam proses audit dengan secara rutin melakukan review terhadap setiap penugasan audit serta mendapatkan umpan balik dari stakeholder melalui diskusi langsung atau survei. Selain itu, dapat juga menggunakan peer review dari luar organisasi untuk memenuhi persyaratan Standar tentang penilaian kualitas eksternal, yang harus dilakukan setidaknya sekali setiap lima tahun. Peer review ini bisa dilakukan dengan membentuk grup peer-review di antara beberapa (empat atau lebih) organisasi yang seukuran, di mana mereka melakukan review terhadap audit internal organisasi lainnya untuk mengurangi biaya pihak ketiga secara substansial.

Mengelola Aktivitas Audit Internal – Pastikan bahwa rencana audit adalah berbasis risiko. Mintakan umpan balik dari stakeholder kunci secara berkala untuk memastikan bahwa aktivitas audit memberikan nilai tambah dan rencana audit masih tetap sejalan dengan tujuan strategis dan risiko-risiko utama yang dihadapi organisasi.

Merencanakan Penugasan – Mengidentifikasi komponen-komponen kunci dari proses perencanaan, yaitu tujuan penugasan, ruang lingkup, dan audience – yang dapat mendorong banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam tahap perencanaan (termasuk durasi audit, tanggal-tanggal jatuh tempo, staf, dan dokumentasi). Selain itu, pastikan bahwa lingkup penugasan mempertimbangkan risiko yang relevan.

Melakukan Penugasan – Memastikan keterlibatan CAE yang lebih besar pada penugasan yang kompleks atau berisiko tinggi. Pada awal dari penugasan yang kompleks, CAE harus menetapkan ekspektasi dan mereview bukti audit yang dikumpulkan. Untuk penugasan dengan risiko kurang kompleks atau lebih rendah, anggota staf audit yang berpengalaman dapat melakukan itu terhadap staf yang kurang berpengalaman.

Anda ingin tahu bagaimana saran IIA lebih rinci untuk mengatasi setiap tantangan tersebut? Silakan unduh gratis pedoman praktik tersebut di sini.

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s